Strategi Fungsi Kecepatan

Kemarin saya mengikuti seminar best practise E-Government di Audiotorium MM UGM yang dihadiri oleh Mentri Komunikasi & Informatika RI Muhammad Nuh. Ada beberapa hal yang menarik saya tangkap dari ide pemaparan beliau. Beliau malah tidak banyak bercerita lebih dalam mengenai ICT ataupun egovernment namun beliau lebih mengajak kita berpikir untuk memperbaiki bangsa ini dan membangun optimisme dalam memajukan bangsa ini melalui penerapan ICT yang benar.

Pak Nuh, menyampaikan bahwa fenomena saat ini bukan besar mengalahkan yang kecil tapi adalah yang cepat mengalahkan yang lambat. Meskipun kita besar namun lambat bergerak maka akan kalah dengan kecil tapi cepat dan lincah.

Saya coba ilustrasikan dalam permainan tenis. Kalau kita melihat permainan Roger Federer petenis nomor 1 Dunia, dia seringkali mengalahkan musuhnya dengan ACE (satu kali pukul). Federer mengandalkan kecepatan pukulan yang sangat tinggi hingga lawan tidak bisa melakukan apa-apa. Kecepatan ini yang menjadi senjata andalan yang sangat ditakuti oleh lawan-lawannya.

Dalam dunia bisnis saat ini pun adalah seperti itu. Dengan tingkat kompetisi yang sangat tinggi maka orang yang mampu melakukan driving movement dan bergerak lebih cepat maka dia yang akan unggul dalam penguasaan market. Salah satu pendorong dalam menciptakan move yang cepat adalah melalui kolaborasi dan networking yang luas. Semakin banyak network yang kita miliki maka kita akan semakin besar. Contoh lah operator seluler bekerjasama dengan content provider untuk memberikan pelayanan bernilai tambah bagi pelanggannya, Citibank bekerjasama dengan telkomsel dalam memasarkan kartu kreditnya, Microsoft bekerjasama dengan ISV (Independent Software Vendor) untuk meluaskan produknya di berbagai negara/daerah, konsep outsourcing para pemain industri TI dan lain-lain.Ketika bisnis hanya berupaya menutup diri dan membangun eksklusivitas maka saya yakin akan kalah dengan mereka yang mudah berkolaborasi.

Kalau kita lihat lebih luas lagi mengenai bangsa kita ini yang besar dan kaya raya akan sumber alam, namun kita jauh tertinggal jauh dengan negara kecil seperti singapore yang tanahnya hanya secuil dibandingkan Indonesia.Singapore tidak memiliki alam yang indah dan budaya yang beragam seperti Indonesia namun menjadi negara tujuan wisata dunia, Jepang hampir 70% tanahnya tidak bisa dijadikan lahan pertanian tapi tidak pernah kelaparan, pohon coklat tidak pernah tumbuh di Swiss namun mereka menjadi negara produsen permen coklat terbesar di dunia, Indonesia…??

Mari kita sikapi dan perbaiki bangsa ini

Ditulis oleh,
Yuda Wicaksana Putra

One response to “Strategi Fungsi Kecepatan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s