Understanding What Customer Want (Pahamilah Benak Pelanggan)

Pemasaran dalam era kompetitif saat ini, tidak lah hanya berpikir bagaimana kita bisa menjual sebanyak-banyaknya. Kita sering menemukan para sales forces (tenaga pemasaran) berpikir bagaimana saya “meyakinkan atau membujuk” customer supaya membeli apa yang kita tawarkan. Hal ini yang akhirnya membuat kita melupakan apa yang dipikirkan (diharapkan) oleh pelanggan sesungguhnya. Kita pun kadang lupa memikirkan kenapa customer rela mengeluarkan uang mereka untuk membeli solusi yang kita tawarkan.

Pemahaman terhadap harapan customer merupakan pijakan kita membangun relationship marketing yang memiliki orientasi keuntungan jangka panjang. Memahami customer tidak lah hanya melihat kebutuhan pada masa saat ini saja, namun bagaimana kita memahami kebutuhan customer di masa depan. Kita bisa mengenali kebutuhan customer dengan memahami masalah dan hambatan yang dihadapi, rencana masa depan, inisiatif atau kesempatan yang belum diketahui. Dengan memahami kebutuhan masa depan maka kita tidak hanya pemenuhan kebutuhan tetapi juga menciptakan kebutuhan. Memang untuk mendapatkan pemahaman yang baik kita perlu menyediakan waktu untuk usaha yang lebih.

Untuk membawa customer kita pada kondisi masa baru di masa depan diperlukan pendorong tindakan yaitu dengan membangun urgensi dan motif supaya customer mau berubah dan mereka akan mendapatkan manfaat yang lebih besar di masa depan. Misalkan kita sebagai jasa solusi TI harus mampu menunjukkan peran investasi teknologi informasi (TI) dalam sebuah perusahaan dalam rangka menciptakan cost efficiency dan menjadi bagian dari strategi bersaing di masa depan. Tanpa TI maka perusahaan akan tertinggal jauh dengan kompetitor dalam hal pelayanan maupun pemasaran. Dengan demikian maka investasi (solusi TI yang mereka beli) maka akan menciptakan keunggulan kompetitif bagi perusahaan. Sehingga nilai investasi yang mereka keluarkan saat ini pada akhirnya jauh lebih kecil dibandingkan manfaat yang akan mereka peroleh di masa depan.

Disini lah kekuatan marketing yang sesungguhnya, bahwa kita harus dapat menciptakan kebutuhan dari customer bukan hanya pemenuhan kebutuhan saat ini saja.

Written By,
Yuda Wicaksana Putra

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s