Clustering yang Gagal, Makan siang yang tak terlupakan

Sedikit cerita pengalaman weekend kemarin. Karena kelaperan pagi belum sarapan akhirnya saya memutuskan untuk pergi cari makan pagi di jamak makan siang bersama istri dan anak saya Satriyo (yg masih 5 bln). Karena tidak ada rencana khusus, akhirnya kita berencana asal cari rumah makan yg ke arah Jalan Kaliurang.

Sebelumnya teringat di depan kantor Indosat yang baru ada tempat namanya Taman Kuliner Condong Catur. Sebuah lokasi yang cukup luas dan terdapat sebuah sungai yang melintas. Terlihat cukup menarik. Disitu telah dibangun berbagai ruko yang disewakan untuk dijadikan rumah makan. Sebenernya sudah 2x saya ke sana namun terjebak dikarenakan tempatnya masih sepi. Padahal spanduk opening nya sudah terpasang dimana-mana. Dan akhirnya saya terjebak yg ke 3x. Di pintu gerbang area, saya dipersilahkan masuk dengan membayar biaya masuk (parkir). Setelah masuk yang terjadi tidak satu pun pengunjung yang makan. Dan dari sekian banyak ruko hanya 1 yang buka. Tampilannya pun tidak meyakinkan. Saya merasa sangat kecewa dan langsung memutar mobil saya keluar. Plus kecewa juga dengan service disana yang menyuruh kita masuk padahal tidak ada apa-apa.

Saya melihat upaya sang inisiator membangun Pusat Wisata Kuliner belum berhasil, terlihat dari para penyewa (tenant) sangat sedikit dan saya juga tidak melihat ini menjadi tempat keramaian orang. Padahal menurut saya konsep nya sudah sangat bagus, menciptakan “Clustering”, yaitu mengumpulkan para pemain bisnis dalam satu area. Dengan adanya Clustering maka para konsumen akan tertarik untuk mendatangi tempat dimana disana akan banyak opsi (pilihan).

Salah satu upaya clustering yang gagal juga adalah Jogja Tronik, dia mem positioningkan sebagai pusat elektronik di Jogjakarta. Rencananya sih , semacam mangga dua. Namun yang terjadi ketika pertama saya kesana, bahkan tidak sampai 10% yang terisi. Dan ada beberapa tenant sudah melenceng dr positioning nya. Saya lihat malah ada boutiq juga disana. Faktor penyebab yang saya lihat adalah, Jogja Tronik berada pada daerah yang sekitarnya adalah bisnis otomotif. Harusnya dia lebih memperhatikan lagi masalah Location Strategy.

Namun banyak contoh sukses, seperti pusat handphone di BDNI Jogja, Sepanjang Jalan Gejayan yang sekarang pun menjadi pusat handphone, Kotagade dengan Perak, Kasongan dengan Gerabahnya dan Patuk dengan Bakpia.

Manfaat clustering antar lain adalah dari sisi pemasaran akan memperingan para pemain bisnis dalam mempromosikan dan upaya mendatangkan konsumen. Karena area tersebut umumnya akan lebih dikenal oleh para konsumen. Clustering juga menarik bagi konsumen karena mereka jadi memiliki banyak pilihan untuk dibeli (paling tidak bisa mudah melakukan komparasi).

Seandainya cluster dikonsep dalam lingkup industri yang lebih luas, maka akan memberikan manfaat bagi para pemain bisnis untuk mendapatkan raw material atau produk complemen. Misal kan : Cibaduyut sebagai pusat sepatu. Selain banyak pengusaha sepatu, disana pun banyak pengusaha pembuat kulit yang mensupport kebutuhan para pembuat sepatu. Maka dalam hal ini akan lebih menjamin “Supply Chain” terhadap resources yg dibutuhkan.

Kembali ke my lunch trip, akhirnya saya meluncur ke arah kaliurang, sampai akhirnya melihat sebuah Warung Bakso namanya Bakso Sambal Uleg Ponorogo. Karena ingin memuaskan rasa ingin tahu, kami putuskan makan disana. Lagipula istri saya penggemar Bakso. Ketika di tanya pedas apa tidak, tanpa pikir panjang saya jawab Pedas. Padahal saya ini kaum anti pedas.

Apa yang terjadi? Ketika kami makan, rasanya puedasss banget. Sampai saya bercucuran air mata dan tidak tahan menghabiskan. Istri saya yg paling kuat pedas pun sampai mengakui kepedasannya bahkan sampai keluar banya keringat. Ketika kami membayar di kasir, saya tanyakan tadi lomboknya berapa koq pedas sekali. Langsung di jawab sama yang bikin, tadi mas nya kan minta pedas jadi lomboknya 10 Biji. Gubrakk…..Pantessan deh.

Seandainya saya tahu pasti sudah saya custom sambal nya hehehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s