Industri juga layaknya makhluk hidup yang memiliki siklus hidup yaitu tumbuh, dewasa dan menurun. Dengan adanya karakteristik industri seperti itu maka perusahaan harus memahami strategi yang direkomendasikan.

Perkembangan bisnis yang masih baru berkembangan ditandai dengan pertumbuhan yang cepat. Ketika suatu industri sedang berkembang akan memberikan peluang yang menarik namun ancaman pun bisa sama besarnya. Pada fase ini umumnya perusahaan baru mulai menata aktivitas bisnisnya atau sedang belajar untuk dapat menemukan cara yang paling efektif dalam proses produksi, pemasaran, distribusi dan mengenal konsumen.

Dalam industri yang masih baru perlu diperhatikan juga faktor-faktor peluang maupun resiko yang muncuk antara lain pasar masih baru dan belum tebentuk sehingga faktor ketidakpastian (uncertainty) mengenai seberapa cepat pasar tumbuh (market growth), seberapa besar pasar yang akan terbentuk, bagaimana struktur pasar nanti, juga masih belum adanya standar ukuran yang pasti baik mengenai kualitas suatu produk. Kondisi tersebut menyebabkan minimnya informasi dalam menyusun proyeksi, termasuk juga data/informasi pesaing juga masih sangat sedikit.

Read More…

Posted by: Yuda | March 2, 2008

Air Asia, Good Promotion or Bad Promotion

Saya ingin sekali menanggapi cara beriklan Air Asia. Mohon maaf, ini tidak bermaksud menyudutkan pihak manapun. Sekilas ketika kita melihat iklan Air Asia akan terkaget-kaget dan tertarik dikarenakan harga murah yang ditawarkan. Bisa dibayangkan tiket Jakarta-Bangkok hanya Rp. 199.000,- bahkan ada tiket yang harganya cuma Rp. 8900,-

Berikut saya tunjukkan contoh nyata nya (lebih detail silahkan diperbesar).

airasia.jpg

Saya lihat promosi mereka Jakarta-Bali, tiket hanya Rp. 99.000,- setelah saya coba booking ternyata harga menjadi Rp. 260.000,-. Ketika kita akan membeli baru lah muncul harga administration fee, tax, fuel surcharge dan iuran wajib jasa raharja dimana itu semua jauh lebih besar daripada harga tiket yang dia umumkan. Bahkan dibeberapa kasus yang saya temukan harga yang dikenalan bisa mencapai lebih dari 800% harga promosi. Lihat gambar di bawah ini :

Read More…

Posted by: Yuda | February 27, 2008

Kunjungan ke Sekolah Indonesia Bangkok (SIB)

Dalam rangka kerjasama pengembangan Sistem Informasi untuk Sekolah Indonesia Bangkok, pada tanggal 20 Februari saya terbang ke Bangkok. Saya pergi berdua dengan rekan saya Toto Priyono sebagai manager content provider di perusahaan. Agenda utama adalah penandatangan kerjasama dan juga melakukan gathering user requirement. Pesawat kami sempat delay dari Kuala Lumpur ke Bangkok. Akhirnya sampai di bandara Svarnabhumi pukul 03.00 dini hari. Di bandara kami di jemput oleh Pak Bekti, Pak Sholeh dan Pak Didit. Beliau-beliau adalah para pengelola dan pengajar Sekolah Indonesia Bangkok.

SIB berada di Petchbury Road dan berlokasi di dalam area Indonesian Embassy. Tempatnya cukup luas dan nyaman. SIB ini meliputi SD, SMP dan SMA. Selain itu juga ada kindergarten. Hari pertama kami di bertemu dengan ibu Kepala Sekolah yaitu Bu Wuryanti. Saya merasa senang sekali karena di sana sambutan kepala sekolah dan guru sangat lah ramah, friendly dan masih terasa kental culture Jawa. Kharakter Indonesia nya masih bertahan, padahal mereka sudah belasan tahun di Bangkok. Amazing!

sib3.jpg embassy.jpg

Sewaktu kami di sana, SIB sedang banyak sekali agenda kegiatan. Salah satunya camping pramuka. Saya merasa bangga sekali, karena pramuka di sana malah lebih digalakkan di bandingkan di Indonesia yang malah sudah mulai luntur. Ini merupakan bagian dari SIB membangun keunikan/kekhasan serta upaya mempertahankan culture bangsa Indonesia meskipun mereka tidak berada di Indonesia. Waktu yang cukup sempit tersebut kami gunakan untuk analisa kebutuhan sistem. Di SIB memiliki seorang pengajar yang juga jago IT meskipun belajar otodidak, yaitu Pak Sholeh. Dengan pengalaman beliau dalam mengembangan IT maka kami dengan mudah mendifinisikan kebutuhan dari SIB. Selain itu kami juga dibantu oleh Pak Bekti dan Bu Intan (atau juga Bu Bekti) untuk melengkapi analisa kebutuhan. Business process di Sekolah Indonesia Luar Negri memang sangat berbeda dengan sekolah yang ada di Indonesia. Kalau di sana siswa yang bergerak, bukan guru yang berpindah kelas.

Read More…

Posted by: Yuda | February 27, 2008

Overnight in Malaysia

Petronas

Tanggal 24 Februari pukul 13.00 saya sampai di Kuala Lumpur setelah perjalanan dari Bangkok. Saya singgah sehari sembari menunggu penerbangan ke Indonesia besok harinya. Maklum lah Air Asia belum daily flight KL- Jogja. Kami manfaatkan untuk sight seeing di sekitar KL. Sampai di KLCC Airport saya coba menelpon beberapa hotel untuk booking sehari. Akhirnya ada hotel yang masih available yang namanya Bintang Warisan. Kemudian by taxi kami meluncur ke hotel yang lokasinya di sekitar jalan Bukit Bintang.

Setelah memasukan barang kami, langsung kami cabut untuk jalan-jalan ke Twin Tower Petronas. Namun sayangnya tiket untuk naik ke bridge nya sudah habis. Akhirnya kami tidak bisa naik ke atas. Kemudian kita putuskan untuk segera ke Genting untuk mengejar waktu.

Karena sudah terlalu lelah dengan aktivitas di Bangkok, maka saya tidak terlalu banyak mengeksplorasi berbagai entertaintment di Genting. Untuk mengistirahatkan kaki yang sudah lelah saya pesan tiket nonton film 4D. Ternyata film nya hanya berdurasi 10 menit dan itu pun filmnya hampir tidak bisa dilihat karena kabur dan gelap. Sangat jauh sekali dengan yang saya tonton di Sentosa Island, Singapore.

Read More…

air_asia-d.jpg
Sebuah pengalaman yang menarik ketika pertama kali saya menggunakan penerbangan Air Asia. Waktu itu saya sedang di bandara Adi Sucipto Yogyakarta menunggu keberangkatan ke KLCC Kuala Lumpur. Ketika di umumkan pesawat Air Asia telah mendarat tiba-tiba penumpang sudah berkerumunan di depan pintu tunggu. Padahal tentunya kita tahu pesawat tersebut harus menurunkan penumpang, bagasi dan tentu akan dicek kondisi nya. Pasti akan membutuhkan waktu paling tidak 30 menit. Namun penumpang yang notabene mayoritas warga Asing saling berebutan di depan Gate terminal.

Waktu itu saya bilang ke rekan saya, kita tidak usah khawatir emangnya gak kebagian tempat duduk. Namun dia berkata pak kayaknya kita harus cepat-cepat karena bisa jadi kita tidak memperoleh tempat duduk. Terus dia mengeluarkan print out syarat dan ketentuan Air Asia, yang isinya sebagai berikut (anda dapat membaca nya ketika akan membooking secara online):

6.1.3 Ketidaktersediaan Kursi : Terdapat kemungkinan ketidaktersediaan kursi untuk Anda dalam penerbangan walaupun transaksi Anda telah disetujui. Hal ini merupakan situasi yang sering terjadi pada industri penerbangan dikarenakan adanya kelebihan pemesanan. Pada situasi dimana terdapat ketidaktersediaan kursi, kami memiliki beberapa pilihan seperti :

(1)

memberikan kepada Anda jadwal penerbangan terdekat dengan kondisi dimana terdapat ketersediaan tempat, tanpa biaya tambahan, dan apa bila dibutuhkan untuk memperpanjang masa berlaku pemesanan Anda; atau

(2)

Anda diperbolehkan menentukan perjalanan di lain waktu, mendapatkan nilai sesuai dengan harga tiket yang tersimpan didalam rekening kredit Anda untuk perjalanan berikutnya, dan diharuskan untuk kembali melakukan pembelian tiket dalam jangka waktu 3 bulan

Read More…

Posted by: Yuda | February 8, 2008

Clustering yang Gagal, Makan siang yang tak terlupakan

Sedikit cerita pengalaman weekend kemarin. Karena kelaperan pagi belum sarapan akhirnya saya memutuskan untuk pergi cari makan pagi di jamak makan siang bersama istri dan anak saya Satriyo (yg masih 5 bln). Karena tidak ada rencana khusus, akhirnya kita berencana asal cari rumah makan yg ke arah Jalan Kaliurang.

Sebelumnya teringat di depan kantor Indosat yang baru ada tempat namanya Taman Kuliner Condong Catur. Sebuah lokasi yang cukup luas dan terdapat sebuah sungai yang melintas. Terlihat cukup menarik. Disitu telah dibangun berbagai ruko yang disewakan untuk dijadikan rumah makan. Sebenernya sudah 2x saya ke sana namun terjebak dikarenakan tempatnya masih sepi. Padahal spanduk opening nya sudah terpasang dimana-mana. Dan akhirnya saya terjebak yg ke 3x. Di pintu gerbang area, saya dipersilahkan masuk dengan membayar biaya masuk (parkir). Setelah masuk yang terjadi tidak satu pun pengunjung yang makan. Dan dari sekian banyak ruko hanya 1 yang buka. Tampilannya pun tidak meyakinkan. Saya merasa sangat kecewa dan langsung memutar mobil saya keluar. Plus kecewa juga dengan service disana yang menyuruh kita masuk padahal tidak ada apa-apa.

Saya melihat upaya sang inisiator membangun Pusat Wisata Kuliner belum berhasil, terlihat dari para penyewa (tenant) sangat sedikit dan saya juga tidak melihat ini menjadi tempat keramaian orang. Padahal menurut saya konsep nya sudah sangat bagus, menciptakan “Clustering”, yaitu mengumpulkan para pemain bisnis dalam satu area. Dengan adanya Clustering maka para konsumen akan tertarik untuk mendatangi tempat dimana disana akan banyak opsi (pilihan).

Salah satu upaya clustering yang gagal juga adalah Jogja Tronik, dia mem positioningkan sebagai pusat elektronik di Jogjakarta. Rencananya sih , semacam mangga dua. Namun yang terjadi ketika pertama saya kesana, bahkan tidak sampai 10% yang terisi. Dan ada beberapa tenant sudah melenceng dr positioning nya. Saya lihat malah ada boutiq juga disana. Faktor penyebab yang saya lihat adalah, Jogja Tronik berada pada daerah yang sekitarnya adalah bisnis otomotif. Harusnya dia lebih memperhatikan lagi masalah Location Strategy.

Read More…

Posted by: Yuda | February 8, 2008

Perkenalan dengan Apple

Beberapa waktu yang lalu saya kedatangan tamu dari Emax Indonesia salah satu Premium Resseler Apple. Beliau adalah Pak Mahendra sebagai area manager Emax. Sebelumnya mereka ke UGM bertemu dengan Pak Toni Wakil Rektor Kerjasama UGM yang kemudian diarahkan untuk berdiskusi dengan kami untuk mengeksploreasi peluang kerjasama khususnya market Jogjakarta.

Saya sendiri adalah orang yang sightless dengan produk Apple. Maklum belum pernah menggunakan sistem yang berplatform Mac. Produk Apple yang saya miliki hanya lah Ipod.

Pak Mahendra datang ke kantor saya Inspira, menjelaskan tentang produk-produk Apple khususnya notebook imac. Saya sangat kagum dengan kemampuan Mac dalam memrposes grafis dan animasi. Sangat jauh dibandingkan dengan PC biasa. Memang keunggulan dan differensiasi Apple ada di graphic processoring.

Yang saya lihat, Apple sangat concern untuk menciptakan sistem yang userfriendly. Dan mereka sepertinya ingin membuat sesuatu yang memudahkan pengguna dalam melakukan sesuatu. Bahkan kata Pak Mahendra anak SD pun bisa membuat website atau animasi interaktif dengan diajari 10 menit saja. Saya melihat ini adalah suatu keunggulan yang sangat bagus. Sebagai orang IT saya melihat bahwa pada dasarnya sederhana, Apple membuat banyak template yang sangat menarik, sehingga akan memudahkan orang dalam membuat sesuatu. Nah, ketika market (pengguna) adalah orang yang awam komputer maka tentunya akan mencari produk yang mudah untuk digunakan. Apple dalam hal ini bisa menjadi first option.

Read More…

« Newer Posts - Older Posts »

Categories